Selasa, 13 November 2007

Mengapa Aku Tidak Boleh Berenang Setelah Makan?

Jangan berenang selama satu jam setelah kamu makan adalah nasihat yang baik. Jika meloncat ke dalam kolam renang atau laut setelah kamu makan, kamu akan mengalami kejang otot atau kram dan beresiko tenggelam.

Kunci untuk memahami resiko ini adalah tubuhmu akan selalu bekerja untuk menjaga kebutuhan energinya. Mengacaukan kebutuhan energi dapat mengakibatkan suatu masalah. Ketika kamu berolahraga, sistem susunan saraf simpatetikmu, yaitu bagian dari susunan saraf automatik tatau autonomikmu (saraf otak, saraf tulang belakang) merangsang urat-urat saraf ke jantungmu dan pembuluh darah perangsangan saraf ini menyebabkan pembuluh darah berkontraksi atau tertarik. Penarikan ini meningkatkan ketahanan pembuluh darah pada jaringan itu dan mengurangi aliran darah ke jaringan urat-urat saraf tersebut. Otot-otot yang bekerja juga menerima perintah supaya pembuluh darah berkontraksi, tetapi hasil samping metabolisme yang dihasilkan di dalam otot-otot menolak perintah ini, dan menyebabkan pembuluh darah membesar. Jadi, jika kebanyakan, bagian tubuhmu mendapat perintah untuk memotong aliran darah dan otot-ototmu mendapatkan perintah untuk mendorong aliran darah. Darah yang semestinya mengalir ke organ-organ tubuhmu akan menuju ke otot-ototmu. Tubuhmu akan mengambil darah dari satu organ dan mengalirkannya ke organ-organ yang lain. Tidak akan menjadi masalah jika organ-organ seperti perut atau ginjal mendapatkan sedikit darah ketika sedang tidak bekerja.

Akan tetapi, bagaimana jika salah satu dari organ-organ ini memerlukan darah untuk melakukan pekerjaannya? Jika kamu baru saja selesai makan, makanan di dalam perutmu mulai dicerna. Hal ini memerlukan lebih banyak darah untuk dikirim ke perut dan ususmu. Sekarang kamu berada dalam satu situasi di mana sistem pencernaan dan otot-otot bekerja. Keduanya bersaing untuk meningkatkan permintaan darah. Hasilnya tidak satu pun dari kedua sistem ini mendapatkan cukup darah untuk memenuhi kebutuhannya dan urat-urat mulai kram. Jika kamu berada di dalam air, kram akan menjadi masalah yang serius dan meningkatkan resiko untuk tenggelam. Jika kamu menunggu selama kira-kira satu jam agar proses pencernaan berjalan dan makanan meninggalkan perutmu, resiko mendapatkan kram menurun.

Sabtu, 03 November 2007

blog

Blog??? apa'an sih tu? ah biarin aja, tanggal pengumpulannya kan masih jauh lagian aku ga ngerti cara buatnya.
kalimat itulah yang kuucapkan ketika mendengar bu guru memberi tugas membuat blog. ya aku cuek2 aja. tapi semakin dekat tanggal pengumpulan tugasnya, ya aku juga semakin ngebut buatnya. ga mau donk nulaiku jeblok gara2 ga kerja tugas. ya akhirnya tiap hari jadi langganan warnet. untung temanku mau bantuin. aku milih komputer yang dekat sama temanku, ya tentu supaya aku bisa tanya2 dia. untung aja temenku ga bosan kutanyain terus (thanks fren).
setelah itu aku banyak cari tau tentang blog. rupanya blog itu bagus banget ya, menurutku itu lebih bagus dari FS. di blog kita bisa bebas salurin semua tulisan kita tentang apapun. aku uda siapin apa aja yang mau ku posting di blog ku. tapi caranya susah bgt, repot. ya aku kan baru belajar. yang pasti nanti pasti ku edit isi blog ku supaya lebih menarik lagi. & tentu saja itu membutuhkan banyak duit, jadi dari sekarang mesti rajin2 nabung untuk ke warnet...hehehe..

bulan bahasa

Bulan bahasa? sebenarnya sih tujuannya bagus karena skrg ini orang2 yang berpendidikan pun mungkun sudah lupa bagaimana penggunaan & pengucapan bahasa Indonesia yang baik & benar, termasuk kita, para guru & siswa sekalian.
tapi sangat disayangkan, menurut sayakegiatan bulan bahasa kemaren kurang diikuti respon para siswa. salah satu alasannya adalah karena perlombannya diadakan di aula yang otomatis peserta & penontonnya mau tidak mau harus duduk di lantai. ini sekaligus menjadi jawaban mengapa sedikit sekali siswa yang menonton perlombaan tersebut.
ini akan berdampak pada perserta itu sendiri. peserta akan merasa kok ga ada temanku yang menonton , mereka tambah gugup sampai2 buyarnya konsentrasi seiring hilangnya rasa pd yang sudah dipupuk2nya dari awal.
para suporter lebih memilih duduk di kursi kantin sambil menyantap nikmatnya mie ayam daripada duduk di lantai aula yang membuat badan pegel. & itu dilakukan hampir sepanjang hari di sekolah yang tentu saja karena rasa lapar & haus yang mengakibatkan habisnya uang jajan.
nah karena ga ada kerjaan, uang jajan sudah habis, dan ngantuk pula, jangan heran kalau tidak sedikit dari mereka yang pulang dengan berbagai cara. ada yang memanjat tembok, kabur lewat pintu depan, sampai ngerayu pak satpam supaya dibukakan pintu.
para guru harus mempertimbangkan baik2 kegiatan ini, mengapa para siswakurang antusias? ini harus dicari solusinya karena katanya bulan bahasa ini akan menjadi program tahunan sekolah. gimana mau jadi program tahunan kalau siswanya aja ga tertarik.